amblyopia
Amblyopia, atau lazim dikenal dengan sebutan “mata malas” adalah sebuah kelainan mata, dimana syaraf mata tidak mau bekerja meneruskan input gambar yang diterima oleh mata sehingga menyebabkan image yang tercipta tidak jelas..
Karena yang terkena hanya sebelah mata, dan tidak ada perubahan fisik yang bisa terlihat pada mata yang menderita, maka seringkali penyakit ini ketahuan ketika kerusakan mata sudah cukup parah. Akan terjadi perbedaan kerusakan (minus ) yang sangat mencolok antara kedua buah mata. Mata yang terkena amblyopia, akan memberikan gambar yang tidak jelas, sehingga input gambar dari mata tersebut akan diabaikan oleh otak. Dengan demikian, input yang dipakai hanyalah input dari mata yang sehat. Hal ini akan memperparah kondisi mata yang sakit, karena tidak pernah dipakai sebagai sumber informasi visual , sementara mata yang sehat pun pada akhirnya akan mengal;ami kerusakan juga karena hanya bekerja sendiri alias solo karir.
Perbedaan yang nyata antara mata amblyopia dengan mata yang rusak biasa (minus) adalah bahwa kerusakan karena amblyopia tidak bisa diatasi dengan lensa. Ringkasnya, apabila mata kita minus 4, maka ketika mengenakan lensa yang sesuai, pandangan akan menjadi jelas. Tidak demikian dengan amblyopia, Meskipun karena amblyopia, mata kita menjadi minus 4, kejelasan gambar tidak akan berubah menskipun kita mengenakan lensa dengan minus yang sesuai.
Yang menyedihkan, penyakit ini banyak menyerang pada anak-anak, dan tidak bisa diketahui secara dini. Sebuah sumber mengatakan bahwa 40% penyebab kebutaan bukanlah kecelakaan, katarak, glaukoma, tetapi penyakit ini. Dan treatment yang memberikan hasil yang optimal, hanya bisa dilakukan sebelum usia anak mencapai 7 tahun. Pada usia lebih tus, berdasarkan penelitian terakhir, memang terbukti bisa memberikan hasil (pembacaan naik 2 strip ), tetapi tidak bisa maksimal.
Sebab dari penyakit ini antara lain: mata jereng/juling sebelah dalam waktu yang lama, eyelid drop atau melorotnya kelopak mata yang menyebabkan image yang dierima mata tidak jelas, trauma pada mata, dll.
Bedah lasik juga tidak bisa memberikan kesembuhan pada penyakit ini. Sejauh ini, penanggulangan penyakit amblyopia dilakukan dengan melakukan terapi. Mata yang sehat ditutup selama beberapa jam setiap hari, sehingga kondisi ini akan memaksa mata amblyopia untuk bekerja. Pasien disuruh untuk melakukan kegiatan jarak dekat seperti: membaca, menulis, mewarnai, bermain game, dll. Penggunaan obat tetes pun bisa dilakukan. Tujuannya hampir sama, yaitu mengaburkan pandangan mata yang sehat, sehingga mata yang sakit dipaksa untuk bekerja.
Dengan melakukan terapi tersebut secara telaten, maka lambat laun mata yang lemah akan menjadi kuat dan bisa bekerja normal. Meski demikian, pasien haruslah tetap melakukan pemeriksaan secara berkala, karena penyakit ini bisa menyerang kembali.
Tips:
1. Apabila anak Anda menderita penyakit ini, maka begitu sang adik bisa membaca, cobalah untuk memeriksakannya, karena ada kecenderungan sang adik juga berpotensi untuk terkena penyakit yang sama.
2. Melakukan penutupan mata (eye patching) dengan menggunakan eye patch, bisa sangat menyulitkan anak. Apalagi bila sang anak pemalu. Untuk itu ambillah waktu dimana anak relatif tidak butuh keluar rumah.
3. Apabila harus bepergian keluar, gunakanlah eyepatch yang berwarna warni atau bergambar binatang, sehingga bisa mengurangi keengganan anak untuk mengenakan eyepatch.
4. Ini yang saya lakukan sendiri, kenakanlah sekali sekali eyepatch bersama anak Anda. Ini membantu moral anak, dengan menunjukkan bahwa tidaklah apa apa dan tidak perlu malu untuk mengenakan eyepatch.
Yang terpenting dari semua itu, adalah kesabaran dan ketekunan kita dalam mendampingi sang anak selama masa terapi. Saya sendiri melewatkan 2 tahun penuh dengan tantangan ketika anak saya mengidap penyakit ini.
Saya mengundang Anda apabila berkenan untuk berbagi rasa sebagai orang tua dengan anak yang mengalami amblyopia.
No comments yet.
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS