Bernardbenedict’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

TENTANG KEMATIAN

Sejauh yang bisa aku ingat, sedikit sekali ingatan sedih yang timbul, ketika mendiang ayahku meninggal. Waktu itu aku baru berumur 11 tahun. Aku tidak pernah sadar ketika petinya di timbuni tanah, itu berarti bahwa aku tidak akan pernah bisa melihat wajahnya lagi, mencium bau keringatnya yang tercampur dengan aroma tembakau yang menjadi bau keringat yang aku sukai. Tidak akan pernah lagi merasakan pelukannya yang menghangatiku, terutama di malam-malam sepanjang musim penghujan.. Read more »

June 30, 2008 Posted by bernardbenedict | rohani | , , | 1 Comment